Wisata Sumenep

23Mei 2017
Wisata Bakti Pemuda

Ada banyak cara untuk membangkitkan minat pemuda dalam bidang pariwisata, salah satu caranya yakni dengan penyelenggaraan beberapa event kepemudaan di beberapa destinasi wisata. Karena hal itu, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan “Wisata Bakti Pemuda 2017” yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya. Pada tahun ini, penyelenggaraan program tersebut dilaksanakan di Desa Geddugan, Kecamatan Gili Genting tepatnya pada hari Selasa hingga Rabu, 23 – 24 Mei 2017.

Wisata Bakti Pemuda

Acara yang melibatkan peserta sebanyak 200 orang ini memiliki rangkaian kegiatan yang sifatnya membangun minat pemuda Kabupaten Sumenep, karena anggotanya berasal dari Karang Taruna Gili Genting, Mahasiswa dan Pelajar seluruh Kabupaten Sumenep. Adapun rangkaian acara Wisata Bakti Pemuda 2017 antara lain :

  • Materi Tentang Bahaya Narkoba
  • Materi Tentang Kepariwisataan
  • Lomba-lomba Ketangkasan Pemuda
  • Outbond
  • Senam Kesehatan Jasmani
  • Siraman Rohani

Dengan adanya kegiatan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga mengharap para peserta mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman dari acara ini serta panitia penyelenggara dapat terus menjaga konsistensi penyelenggaraan acara ini setiap tahunnya di berbagai destinasi wisata di Sumenep yang nantinya dapat meningkatkan kesadaran untuk menyukseskan setiap cita-cita pembangunan, salah satunya menyongsong Visit Sumenep 2018. (dee)

24Mei 2017

Dalam rangka menyambut program Visit Sumenep 2018, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep tidak henti-hentinya memasarkan dan membawa berbagai potensi wisata di berbagai event, salah satunya wisata budaya berupa karya tari yang baru saja membawa pulang 2 gelar pada event Festival Karya Tari Jawa Timur 2017.

Event tahunan milik Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur ini dilaksanakan pada hari Kamis hingga Sabtu, 18 – 20 Mei 2017 di Gedung Kesenian Cak Durasim UPT. Taman Budaya Jawa Timur. Pada event ini, delegasi Kabupaten Sumenep tampil pada hari Jumat, 19 Mei 2017 dengan menampilkan tari ritual Rokat Tase’. Menggunakan 3 orang penari pria dan 4 orang penari wanita, peserta dengan nomor urut 22 ini mampu menghipnotis 2 orang juri pengamat dan seluruh penonton dengan menampilkan rangkaian tari dan iringan musik yang sangat indah dan sakral. Adapun tari ritual Rokat Tase’ menceritakan tentang ritual para nelayan untuk mensucikan diri sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, juga permohonan berkah rejeki dan keselamatan ketika mencari nafkah di laut.

Tari Ritual Rokat Tase' (Sumenep) pada Festival Karya Tari Jawa Timur 2017

Tari Ritual Rokat Tase’ (Sumenep) pada Festival Karya Tari Jawa Timur 2017

Oleh karena itu, tarian berdurasi 7 menit ini dapat mengharumkan nama Kabupaten Sumenep dengan memboyong 2 penghargaan, yakni penghargaan sebagai 10 Penyaji Unggulan Tanpa Jenjang (Agus Gepeng) dan 3  Penata Iringan Terbaik Tanpa Jenjang (Ian Pewaras). (dee)

Penghargaan sebagai 10 Penyaji Unggulan dan 3 Iringan Terbaik

Penghargaan sebagai 10 Penyaji Unggulan dan 3 Iringan Terbaik

Berikut ini video penampilan delegasi Sumenep dalam ajang Festival Karya Tari Jawa Timur 2017:

30Mei 2017
Rombongan tiba di Keraton Sumenep

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep terus berusaha mendatangkan wisatawan-wisatawan mancanegara dalam rangka menyambut Visit Sumenep 2018, salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan melayani beberapa kedatangan kapal pesiar yang sudah rapi terjadwal di tahun 2017. Setelah sukses dengan kedatangan pertamanya pada 16 Mei 2017 kemarin, kapal pesiar berbentuk klasik dengan tiang layar yang cukup tinggi (Tall Ship) yang bernama Star Clipper ini buang jangkar untuk kedua kalinya di perairan Pantai Sembilan, Kecamatan Gili Genting pada hari Senin, 29 Mei 2017 sekitar pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan Data Penumpang (Passenger Manifest) yang dimiliki oleh Port Agent, jumlah penumpang yang ada di kapal tersebut berjumlah 104 orang yang terdiri dari 13 kewarganegaraan, diantaranya Australia sejumlah 6 orang, Austria sejumlah 6 orang, Kanada sejumlah 3 orang, Swiss sejumlah 6 orang, Jerman sejumlah 38 orang, Spanyol sejumlah 2 orang, Finlandia sejumlah 2 orang, Inggris sejumlah 20 orang, Indonesia sejumlah 1 orang, Italia sejumlah 2 orang, Belanda sejumlah 1 orang, Selandia Baru sejumlah 1 orang, Amerika Serikat sejumlah 16 orang.

Rombongan tiba di Keraton Sumenep

Rombongan tiba di Keraton Sumenep

Adapun rangkaian kegiatan yang mereka lakukan selama berada di Kabupaten Sumenep yakni 30 orang dari total penumpang mengunjungi komplek Keraton Sumenep yang baru saja ditetapkan sebagai situs cagar budaya Kabupaten Sumenep pada pukul 09.30 hingga 11.00 WIB. Rombongan tamu langsung disambut hangat dengan pengalungan syal batik khas Sumenep oleh Kadisparbudpora, Sufiyanto, SE, M.Si di pendopo. Disana para tamu menikmati keindahan arsitektur keraton dan semua koleksi milik museum. Setelah dari Museum Keraton Sumenep, rombongan tamu berjalan kaki menuju Masjid Jamik Sumenep melewati Taman Adipura sembari menikmati pemandangan sekitar. Di Masjid Jamik, para tamu menggunakan kain penutup aurat (samper dan kerudung) yang disediakan. Mereka sangat antusias saat dibantu memakai kain penutup bermotif khas tersebut dan sama sekali tidak merasa keberatan lantaran mereka ingin menghormati budaya umat Islam yang sangat kuat di Kabupaten Sumenep. Setelah dari Masjid Jamik, rombongan langsung menuju komplek pemakaman raja Sumenep (Asta Tinggi) dan langsung bertolak ke pelabuhan sekitar pukul 12.30 WIB.

Rombongan tiba di Masjid Jamik

Rombongan tiba di Masjid Jamik

 

Sudah puas menikmati kekayaan wisata sejarah di Kabupaten Sumenep, 30 orang tersebut menuju ke Pantai Sembilan, Kec Gili Genting untuk membaur dengan rombongan lain yang sudah lebih dulu ada disana. Meskipun cuaca sedikit tidak bersahabat, namun mereka terlihat puas bermain air di pantai, bermain cano, serta berenang di pantai yang dikelola oleh pemerintah desa Bringsang tersebut hingga menjelang sore hari. Akhirnya rombongan mulai angkat jangkar menuju destinasi berikutnya ke Kabupaten Probolinggo. (dee)

Rombongan tiba di Pantai Sembilan

Rombongan tiba di Pantai Sembilan

30Mei 2017
Aksi salah satu guide lokal di Pantai Sembilan

Menyambut Visit Sumenep 2018, bukan hanya potensi wisata saja yang disiapkan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga namun juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Sumenep. Setelah membentuk generasi muda Kabupaten Sumenep menjadi wirausaha muda melalui peluang Pelatihan Wirausaha Muda di Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI Sumenep, kini beberapa Pramuwisata Berlisensi Sumenep mulai dilibatkan dalam beberapa kunjungan kapal pesiar dari tanggal 16 Mei dan kunjungan terbaru pada 29 Mei 2017 kemarin.

Aksi salah satu guide lokal di Keraton Sumenep

Aksi salah satu guide lokal di Keraton Sumenep

Pada kunjungan Star Clipper Cruiseline yang kedua kemarin, salah satu anggota pemandu wisata berlisensi yang bertugas yakni Hambali dan Miskali. Hambali yang membawa 30 orang dari 104 orang total tamu bertugas untuk menangani agenda City Tour yang terdiri dari kunjungan ke Museum Keraton Sumenep, Masjid Jamik, dan Asta Tinggi bersama dengan Pemandu Wisata DISPARBUDPORA, Ramdan Firdaus. Sedangkan Miskali menangani sisa dari total tamu yang memiliki agenda berlibur di Pantai Sembilan, Kecamatan Gili Genting.

Aksi salah satu guide lokal di Pantai Sembilan

Aksi salah satu guide lokal di Pantai Sembilan

Para Pemandu Wisata Muda Berlisensi tersebut menjalankan tugas menangani tamu dan menjelaskan sejumlah potensi wisata yang ada di Kabupaten Sumenep setelah lolos mengikuti pelatihan guide berlisensi yg diadakan oleh HPI Jawa Timur di Singosari beberapa waktu lalu.  Besar harapan agar nantinya para Pemandu Wisata Muda Berlisensi ini dapat ikut mempromosikan destinasi wisata yang ada sehingga ada banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Sumenep. (dee)

02Jun 2017

Siapa yang tak kenal dengan Kerapan Sapi. Budaya ASLI Madura ini sudah sangat tersohor seantero jagad. Tradisi yang diwariskan turun-temurun dari nenek moyang., hingga saat ini sudah menjadi prestise dan pesta tahunan rakyat Madura.

Maka dari itu Hadir dan Saksikan perhelatan akbar Dari Madura untuk Dunia.

07Jun 2017

Beberapa kali kunjungan kapal pesiar ke sumenep ternyata mampu memikat tour operator yg menangani kunjungan kapal pesiar ke sumenep.

Jika selama ini daya tarik yang dinikmati adalah kompleks kraton sumenep, masjid jamik, asta tinggi dan pertunjukan seni budaya tradisi sumenep juga pesona pantai sembilan, maka untuk kunjungan di tahun 2018 pihak operator meminta daya tarik lainnya yang bisa menambah tujuan wisatawan asing ini semakin mendapat pilihan variatif selama di sumenep.

 

Selasa, 6 juni 2017 Disparbudpora Kab Sumenep dalam hal ini bidang pemasaran bersama Haris Santoso (Ketua Pramuwisata Jokotole Sumenep) dan para penggiat fotografi Sumenep melakukan survey ke beberapa home industri yang ada di Kabupaten Sumenep untuk memastikan tempat tersebut layak dipromosikan dan dikunjungi oleh wisatawan asing untuk dilakukan evaluasi dan perbaikan.

Adapun home industri yang disurvey antara lain :
1. Kampung Panci yang berlokasi di desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget. Salah satu pemilik home industri Abd. Rahem menjelaskan bahwa rata2 penduduk sekitar desa Kalianget Barat ini bekerja sebagai pembuat panci yang dipasarkan tidak hanya di Kab. Sumenep, namun juga ke luar daerah.

2. Kampung anyaman yang berlokasi di desa Sendir Kec. Lenteng, salah satunya yang dimiliki oleh H. Musaffak, Tiap keluarga di desa ini jika sudah tidak musim tanam padi mereka bekerja membuat anyaman tampah, yaitu sejenis peralatan rumah tangga yang terbuat dari bambu digunakan untuk menampah beras. Keunikan dari kerajinan ini adalah dibutuhkan keuletan dan ketelatenan dalam proses pembuatannya. Hal ini sangat menarik jika dijual kepada wisatawan asing.

 

Survey ini juga rencana bakal dilakukan ke pembuatan genting dan gerabah di desa Andulang Kec. Gapura.

Beberapa home industri ini yang Nantinya bakal jadi destinasi tambahan untuk jadwal kunjungan kapal pesiar di tahun 2018 mendatang.