Wisata Sumenep

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep terus berusaha mendatangkan wisatawan-wisatawan mancanegara dalam rangka menyambut Visit Sumenep 2018, salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan melayani beberapa kedatangan kapal pesiar yang sudah rapi terjadwal di tahun 2017. Setelah sukses dengan kedatangan pertamanya pada 16 Mei 2017 kemarin, kapal pesiar berbentuk klasik dengan tiang layar yang cukup tinggi (Tall Ship) yang bernama Star Clipper ini buang jangkar untuk kedua kalinya di perairan Pantai Sembilan, Kecamatan Gili Genting pada hari Senin, 29 Mei 2017 sekitar pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan Data Penumpang (Passenger Manifest) yang dimiliki oleh Port Agent, jumlah penumpang yang ada di kapal tersebut berjumlah 104 orang yang terdiri dari 13 kewarganegaraan, diantaranya Australia sejumlah 6 orang, Austria sejumlah 6 orang, Kanada sejumlah 3 orang, Swiss sejumlah 6 orang, Jerman sejumlah 38 orang, Spanyol sejumlah 2 orang, Finlandia sejumlah 2 orang, Inggris sejumlah 20 orang, Indonesia sejumlah 1 orang, Italia sejumlah 2 orang, Belanda sejumlah 1 orang, Selandia Baru sejumlah 1 orang, Amerika Serikat sejumlah 16 orang.

Rombongan tiba di Keraton Sumenep

Rombongan tiba di Keraton Sumenep

Adapun rangkaian kegiatan yang mereka lakukan selama berada di Kabupaten Sumenep yakni 30 orang dari total penumpang mengunjungi komplek Keraton Sumenep yang baru saja ditetapkan sebagai situs cagar budaya Kabupaten Sumenep pada pukul 09.30 hingga 11.00 WIB. Rombongan tamu langsung disambut hangat dengan pengalungan syal batik khas Sumenep oleh Kadisparbudpora, Sufiyanto, SE, M.Si di pendopo. Disana para tamu menikmati keindahan arsitektur keraton dan semua koleksi milik museum. Setelah dari Museum Keraton Sumenep, rombongan tamu berjalan kaki menuju Masjid Jamik Sumenep melewati Taman Adipura sembari menikmati pemandangan sekitar. Di Masjid Jamik, para tamu menggunakan kain penutup aurat (samper dan kerudung) yang disediakan. Mereka sangat antusias saat dibantu memakai kain penutup bermotif khas tersebut dan sama sekali tidak merasa keberatan lantaran mereka ingin menghormati budaya umat Islam yang sangat kuat di Kabupaten Sumenep. Setelah dari Masjid Jamik, rombongan langsung menuju komplek pemakaman raja Sumenep (Asta Tinggi) dan langsung bertolak ke pelabuhan sekitar pukul 12.30 WIB.

Rombongan tiba di Masjid Jamik

Rombongan tiba di Masjid Jamik

 

Sudah puas menikmati kekayaan wisata sejarah di Kabupaten Sumenep, 30 orang tersebut menuju ke Pantai Sembilan, Kec Gili Genting untuk membaur dengan rombongan lain yang sudah lebih dulu ada disana. Meskipun cuaca sedikit tidak bersahabat, namun mereka terlihat puas bermain air di pantai, bermain cano, serta berenang di pantai yang dikelola oleh pemerintah desa Bringsang tersebut hingga menjelang sore hari. Akhirnya rombongan mulai angkat jangkar menuju destinasi berikutnya ke Kabupaten Probolinggo. (dee)

Rombongan tiba di Pantai Sembilan

Rombongan tiba di Pantai Sembilan