Wisata Sumenep

Pemerintah Kabupaten Sumenep berusaha lebih bersinergi dengan pengurus maupun pengelola sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai tempat wisata religi guna peningkatan pelayanan kepada pengunjung.

Bupati Sumenep A Busyro Karim, Jumat, menjelaskan, sejumlah tempat yang selama ini dianggap sebagai lokasi wisata religi adalah Asta Tinggi (kompleks pemakamanan raja), Masjid Agung, dan Asta Sayyid Yusuf.

“Mereka yang datang ke tempat itu sebenarnya lebih banyak untuk berziarah atau memenuhi nazar (janji). Mereka yang datang ke tempat itu lebih banyak berasal dari luar daerah. Oleh karena itu, kami ingin pengelola maupun pengurus lokasi wisata religi tersebut melayani mereka sebaik mungkin,” ujarnya di Sumenep.

Selama ini, kata dia, pihaknya tidak mengelola secara langsung sejumlah tempat yang bagi warga luar daerah itu dikenal sebagai lokasi wisata religi.

“Dalam konteks itu, kami harus lebih bersinergi dengan para pengurus maupun pengelola sejumlah lokasi tersebut, karena nantinya ini berdampak pada nama baik daerah. Semakin baik pelayanannya, mereka tentunya akan lebih betah di Sumenep,” ucapnya.

Busyro mengatakan, para pengunjung itu biasanya mengunjungi tiga lokasi wisata religi tersebut sekaligus secara bergiliran dan biasanya dimulai dari Asta Tinggi, Masjid Agung, keduanya di Kecamatan Kota, dan Asta Sayyid Yusuf di Talango, Pulau Poteran.

Sebelum ke Asta Sayyid Yusuf, biasanya mereka mampir ke Museum Daerah dan Pendapa Agung Sumenep yang jaraknya hanya sekitar 400 meter dari Masjid Agung.

“Kami berencana menjadikan sepanjang Jalan Soetomo yang akan dilalui para pengunjung Masjid Agung yang akan ke Museum Daerah, sebagai ‘pasar kaget’ setiap Minggu supaya mereka bisa belanja,” paparnya.

Selain itu, sejumlah bangunan tua milik PT Garam yang berada di Kecamatan Kalianget akan diformat sebagai lokasi wisata kota tua.

“Perencanaan bangunan tua milik PT Garam sebagai lokasi wisata kota tua itu, karena Kalianget merupakan jalur yang akan dilewati para pengunjung wisata religi ketika akan ke Asta Sayyid Yusuf. Kami akan berusaha menjadikannya sebagai satu paket,” kata Busyro.