Wisata Sumenep

Untuk kali keenam di tahun 2017 Sumenep dikunjungi oleh kapal pesiar, kali ini kapal tiang tinggi star clipper kembali merapat di perairan giligenting, senin 10 Juli 2017, di tengah gencarnya gaung visit sumenep 2018 selama ini, tentunya hal ini menjadi sebuah indikator positif, diminatinya sumenep dibanding 3 kabupaten lainnya di madura tentunya sudah cukup menjadi sinyalemen bahwa potensi sumenep benar – benar harus dipertimbangkan untuk memajukan kesejahteraan masyarakatnya.

Bukan hal yang mudah untuk menarik minat 5 kapal pesiar datang berwisata ke sumenep seperti coral discoverer, silver sea, starclipper. Katharina dan ponant cruise.

Kelima kapal pesiar ini kedatangannya dihandle oleh PT. GAC sebagai port agent dan cruise asia serta sea track sebagai tour agent.

Kedatangan mereka secara berturut – turut sejak 2016 sampai sekarang sekitar 16 kali kunjungan bukanlah sebuah rintisan yang mudah, terutama untuk meyakinkan mereka bahwa kabupaten sumenep memiliki ragam daya tarik wisata yang layak dan pantas dikunjungi, namun demikian dari beberapa kali kunjungan terakhir memang tampak beberapa komentar wisatawan yang menyatakan kepuasan atas potensi seni budaya serta alam yang dimiliki sumenep.

Wisatawan Mengunjungi Museum Keraton Sumenep

Wisatawan Mengunjungi Museum Keraton Sumenep

Kunjungan ke museum kraton, asta tinggi, masjid jamik, pantai sembilan, menyaksikan sajian kesenian seperti topeng dalang kerapan sapi, sape sonok dan lain – lainya dengan musik tradisionalnya cukup mampu menghibur dan memberikan kesan positif.

I Nyoman Sudirman selaku kepala cruise asia cabang yogyakarta mengatakan ” Ada yang istimewa dari sumenep sehingga saya berminat untuk mempromosikan sumenep dengan menjualnya kepada tamu kami yang yang rata – rata menggunakan kapal pesiar. historical and culture site untuk sumenep sangat menonjol dan ini yang membedakan dengan wilayah lainnya di Indonesia, namun sayangnya waktu kami merapat di sumenep hanya dalam hitungan jam, jadi kami tidak dapat mengunjungi semua obyek wisata yang ada”.

Selanjutnya Sudirman mengatakan bahwa dengan keunikan sejarah dan budaya sumenep inilah yang mampu menarik minat wisatawan datang ke sumenep. Namun di sisi lain tentu dukungan dan kerjasama yang baik dengan dinas pariwisata kebudayaan pemuda dan olahraga kab sumenep juga menjadi faktor lain yang membuat kami terus membangun kerjasama ini.

Kadisparbudpora Kabupaten Sumenep Sufiyanto, SE, M,Si menyatakan ” Dengan banyaknya volume kedatangan kapal pesiar ke sumenep tentunya harus kita sikapi dengan positif, bahkan ke depannya seluruh masyarakat sumenep dapat merespon dan turut serta saling menjaga keselarasan budaya dan kearifan lokal yang kita miliki namun yang pasti kedatangan beberapa kali kapal pesiar ke sumenep ini telah secara faktual mampu menggerakkan perekonomian masyarakat terutama para seniman dan penggiat tradisi seperti sape sonok, kerapan sape, saronen termasuk pula kuliner, bahkan masuk museum pun mereka wajib bayar, jadi semua biaya yang timbul atas kedatangan kapal pesiar di sumenep selama ini bayar dan tidak gratis, semua ditanggung oleh wisatawannya” pungkasnya.(dra)