Wisata Sumenep

10Nov 2014

Berada di desa Lembung Barat Kecamatan Lenteng sekitar 11 km ke arah barat dari Kota Sumenep.

K. Pekke atau K. Faqih dikenal sebagai ulama besar di Bidang Ilmu Fiqih.

10Nov 2014

Ini merupakan asta / pasarean dari pangeran Katandur atau dikenal sebagai Syekh Ahmad Baidawi ini merupakan putra dari Pangeran Pakaos yang merupakan cucu dari Sunan Kudus.

Beliau mendapat gelar Pangeran Katandur karena merupakan penyebar Agama Islam yang menggunakan keahliannya di bidang petanian sebagai media untuk menyebarkan Agama Islam.

Katandur berasal dari kata ” Tandur ” yang berarti ahli menanam atau ahli pertanian.

12Mei 2014

Asta  ini berada di Kecamatan Manding sekitar 20 menit kearah utara dari Kota Sumenep.Jokotole yang pernah memerintah di Sumenep bergelar Pangeran Setyodiningrat III,pada saat memegang pemerintahan di Sumenep sekitar tahun 1415 M, datanglah musuh dari negeri Cina yang dipimpin oleh Sampo Tua Lang(Dempo Awang) dengan berkendaraan kapal yang dapat berjalan di atas Gunung di antara bumi dan langit atau dikenal sebagai perahu terbang.

Didalam peperangan itu Pangeran Setyoadiningrat III mengendarai kuda terbang sesuai petunjuk dari pamannya (Adirasa), pada suatu saat ketika mendengar suara dari pamannya yang berkata “pukul” maka Jokotole menahan kekang kudanya dengan keras sehingga kepala dari kuda itu menoleh kebelakang dan ia sendiri sambil memukulkan cambuknya yang mengenai Dempo Awang beserta perahunya sehingga hancur luluh ketanah tepat di atas Bancaran (artinya, bâncarlaan), Bangkalan. Sementara Piring Dampo Awang jatuh di Ujung Piring yang sekarang menjadi nama desa di Kecamatan Kota Bangkalan. Sedangkan jangkarnya jatuh di Desa/Kecamatan Socah

Dengan kejadian inilah maka kuda terbang yang menoleh kebelakang dijadikan lambang bagi daerah Sumenep, sebenarnya sejak Jokotole bertugas di Majapahit sudah memperkenalkan lambang kuda terbang dipintu gerbang dimana Jokotole ikut membuatnya terdapat gambar seekor kuda yang bersayap dua kaki belakang ada ditanah sedang dua kaki muka diangkat kebelakang, demikian pula di Asta Tinggi Sumenep disalah sati Congkop (koepel) terdapat kuda terbang yang dipahat di atas marmer. Juga pintu gerbang rumah kabupaten (dahulu Keraton) Sumenep ada lambang kuda terbang. Di museum Sumenep juga terdapat lambang kerajaan yang ada kuda terbangnya, karena itu sudah sepantasnyalah jika pemerintahan kota Sumenep memakai lambang kuda terbang.

12Mei 2014

Di desa Kalimo’ok tepatnya disebelah timur lapangan terbang Trunojoyo Sumenep terdapat makam/kuburan/Asta K.Ali Barangbang.Mengapa dikatakan Barangbang,karena terletak di dusun Barangbang .K.Ali Barangbang mempunyai silsilah dari Syekh Maulana Sayyid Jakfar,As Sadik atau dikenal dengan nama Sunan Kudus yang mempunyai keturunan Pang.Katandur yang mempunyai empat anak yaitu :K.Hatib Paddusan, K.Hatib Sendang, K.Hatib Rajul K.Hatib Paranggan.Dari Putra pertamanya diberi keturunan K.Ali Barangbang yang wafat 1092 H.

12Mei 2014

Asta Yusuf adalah sebuah makam dari seorang penyebar agama islam di Kabupaten Sumenep yang sering dikunjungi oleh Peziarah dari berbagai daerah.Terletak di Pulau Talango sekitar 20 menit dari Kota Sumenep menyeberang melalui pelabuhan Kalianget

  • 1
  • 2