Wisata Sumenep

10Agu 2014

Pemerintah Kabupaten Sumenep berusaha lebih bersinergi dengan pengurus maupun pengelola sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai tempat wisata religi guna peningkatan pelayanan kepada pengunjung.

Bupati Sumenep A Busyro Karim, Jumat, menjelaskan, sejumlah tempat yang selama ini dianggap sebagai lokasi wisata religi adalah Asta Tinggi (kompleks pemakamanan raja), Masjid Agung, dan Asta Sayyid Yusuf.

“Mereka yang datang ke tempat itu sebenarnya lebih banyak untuk berziarah atau memenuhi nazar (janji). Mereka yang datang ke tempat itu lebih banyak berasal dari luar daerah. Oleh karena itu, kami ingin pengelola maupun pengurus lokasi wisata religi tersebut melayani mereka sebaik mungkin,” ujarnya di Sumenep.

Selama ini, kata dia, pihaknya tidak mengelola secara langsung sejumlah tempat yang bagi warga luar daerah itu dikenal sebagai lokasi wisata religi.

“Dalam konteks itu, kami harus lebih bersinergi dengan para pengurus maupun pengelola sejumlah lokasi tersebut, karena nantinya ini berdampak pada nama baik daerah. Semakin baik pelayanannya, mereka tentunya akan lebih betah di Sumenep,” ucapnya.

Busyro mengatakan, para pengunjung itu biasanya mengunjungi tiga lokasi wisata religi tersebut sekaligus secara bergiliran dan biasanya dimulai dari Asta Tinggi, Masjid Agung, keduanya di Kecamatan Kota, dan Asta Sayyid Yusuf di Talango, Pulau Poteran.

Sebelum ke Asta Sayyid Yusuf, biasanya mereka mampir ke Museum Daerah dan Pendapa Agung Sumenep yang jaraknya hanya sekitar 400 meter dari Masjid Agung.

“Kami berencana menjadikan sepanjang Jalan Soetomo yang akan dilalui para pengunjung Masjid Agung yang akan ke Museum Daerah, sebagai ‘pasar kaget’ setiap Minggu supaya mereka bisa belanja,” paparnya.

Selain itu, sejumlah bangunan tua milik PT Garam yang berada di Kecamatan Kalianget akan diformat sebagai lokasi wisata kota tua.

“Perencanaan bangunan tua milik PT Garam sebagai lokasi wisata kota tua itu, karena Kalianget merupakan jalur yang akan dilewati para pengunjung wisata religi ketika akan ke Asta Sayyid Yusuf. Kami akan berusaha menjadikannya sebagai satu paket,” kata Busyro.

15Agu 2014

Wilayah Sumenep, Jawa Timur, menyimpan potensi wisata yang tak dimiliki daerah lain di Indonesia. Potensi itu berada di Pulau Giliyang, Kecamatan Raas. Berdasarkan penelitian saint atmosfer dan iklim oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada 2006 dan Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur pada 2011, pulau itu memiliki kandungan oksigen terbaik di dunia.

Kandungan oksigen yang berada di Desa Benraas dan Bencamara berkisar 3,3 hingga 4,8 persen di atas normal. Nah, kandungan oksigen yang tinggi inilah yang menyebabkan mayoritas warga di Pulau Giliyang awet muda dan tetap segar bugar, meski usianya mencapai 90 tahun.

“Saya dan BPWS menemukan 10 warga di sana berusia 95 hingga 101 tahun masih sehat dan bekerja mencari ikan,” kata Wakil Bupati Sumenep Soengkono Siddik. Menurut dia, pihaknya dan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu tertarik untuk mengembangkan wisata “awet muda” di pulau itu.

Sayang, kata Soengkono, Lapan hingga kini masih merahasiakan titik tertinggi kandungan oksigen tepatnya berada di area mana. “Tapi ada beberapa lokasi di pulau itu yang sangat sejuk dibanding tempat lainnya. Seperti ada AC-nya,” kata dia.

Melihat berbagai keunggulan itu, Soengkono melanjutkan, BPWS langsung membuat master plandan kerja fisik, mulai dari pembenahan pelabuhan dan pelebaran di pulau yang akan dimulai pada 2014 mendatang. “DPRD Jatim akan membahas perbaikan Pelabuhan Dungkek ke dalam PAK 2013,” katanya.

Adapun Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat berada di Sumenep Selasa lalu menyatakan dukungannya kepada langkah BPWS itu. Namun, sebelum semua pengembangan “wisata awet muda” itu dimulai, dia mengingatkan BPWS akan melakukan perhitungan dengan cermat soal prospek wisata Giliyang, termasuk melibatkan ahli pariwisata. “BPWS harus membangun karena sarana dan prasarana menuju pulau itu masih terbatas,” kata dia.

03Sep 2014


detikTravel Community –  

Pulau Madura, makin menarik untuk dikunjungi para traveler, semenjak ada Jembatan Suramadu. Tapi tahukah para traveler, di dekat Sumenep, Madura, ada Pulau Gili Labak yang secantik pulau Gili di Lombok.

Kalau berbicara tentang objek wisata yang ada di kota Sumenep di Madura, mungkin yang langsung terbersit dalam pikiran kita adalah pantai Lombang yang terkenal karena cemara udangnya atau makam raja-raja Sumenep yang biasa dikenal dengan sebutan Asta Tinggi.

Bila Anda sedang berplesiran di Sumenep, tidak ada salahnya untuk mencoba mengunjungi salah satu pulau terpencil nan eksotis, yakni Pulau Gili Labak. Dijamin Anda tidak akan menyesal berpetualang ke pulau yang satu ini.

Saya bersama rekan-rekan memulai petualangan ini dengan naik angkot dari kota Sumenep menuju pelabuhan Kalianget, dengan ongkos angkot Rp.10.000 per orang. Waktu tempuh dari kota Sumenep ke pelabuhan Kalianget kurang lebih 20 menit. Sebenarnya dari pelabuhan Kalianget ini kita bisa melakukan pelayaran ke pulau Gili Labak dengan menyewa perahu nelayan.

Sebaiknya Anda menyewa perahu beberapa hari sebelumnya, karena belum tentu ada perahu yang melayani pelayaran ke Pulau Gili Labak tiap harinya. Tetapi saya memilih alternatif lain untuk menuju ke Gili Labak, yakni melalui Pulau Talango yang tidak jauh dari pelabuhan Kalianget.

Selain karena waktu pelayarannya ke Gili Labak lebih singkat, juga kebetulan ada teman saya yang tinggal di pulau Talango ingin ikut serta ke pulau Gili Labak. Saya pikir akan lebih seru kalau pergi ramai-ramai.

Untuk sampai ke Pulau Talango dibutuhkan waktu kurang lebih 10-15 menit dengan menaiki perahu. Ongkos perahunya sangat murah, hanya Rp 2000 / orang, sedangkan kalau membawa sepeda motor dikenakan tambahan biaya sebesar Rp 5.000. Sesampainya di Pulau Talango, kami disambut oleh teman lama kami dan mengajak mampir terlebih dahulu ke rumahnya untuk sekedar bersilaturrahmi, karena saat itu masih dalam suasana lebaran.

Teman kami itulah yang membantu mencarikan perahu untuk disewa ke Pulau Gili Labak, karena dia memiliki banyak kanalan nelayan-nelayan dan paham betul mengenai akses ke Pulau Gili Labak. Harga sewa perahunya Rp 500.000 dengan kapasitas 10-15 orang. Setelah semua perlengkapan telah siap, lalu kami bertujuh langsung naik ke perahu untuk memulai petualangan menuju Pulau Gili Labak.

Setelah dua jam mengarungi lautan, pulau Gili Labak mulai terlihat. Sungguh tidak sabar kami ingin segera menginjakkan kaki di pulau itu. 30 Menit kemudian, jangkar telah ditancapkan, tanda bahwa perahu kami akan bersandar di pantai Pulau Gili Labak. Segera saya mengambil ponsel dan mengabadikan pemandangan indah yang ada di hadapan saya.

Air lautnya sangat jernih, sehingga kita dapat melihat terumbu karang dan biota laut lainnya. Pasir pantainya juga putih bersih. Cuaca saat itu sangat panas, sehingga kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di rumah warga. Warga di pulau ini sangat ramah dan baik terhadap wisatawan.

Setelah puas berbincang-bincang dengan penduduk Pulau Gili Labak, lalu aktivitas kami selanjutnya adalah berfoto narsis di pinggir pantai. Kemudian kami mengitari pesisir pantai pulau Gili Labak.

Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, kami harus meninggalkan pulau  cantik ini dengan perasaan sedikit kecewa, karena tidak berkesempatan menyaksikan sunset di pulau ini. Sebenarnya bisa saja menginap di pulau ini dengan menumpang di rumah warga, namun kami tidak membawa perlengkapan yang cukup untuk dapat menginap disini. Setelah berpamitan ke warga, kami segera naik perahu dan melakukan perjalanan menuju kota Sumenep.

By the way, waktu yang paling tepat mengunjungi Pulau Gili Labak menurut para nelayan adalah sekitar bulan September, karena ombak tidak begitu besar. Ok, sekian dulu cerita perjalanan saya ke Pulau Gili Labak, semoga menambah referensi tempat wisata bagi teman-teman traveler sekalian. Selamat liburan!

sumber : detik.com

 

19Nov 2014

DATA KULINER CAMPOR WILAYAH KOTA SUMENEP

NO NAMA WARUNG CAMPOR ALAMAT
1 Warung Ibu Tus Jln. Raya Sumenep Lenteng, Desa Kebun Agung (Sebelah Timur Masjid Abdurrahman Bin Auf, Kebun Agung)
2 Warung Sokambang Jln. Raya Asta Tinggi, Desa Kebun Agung (Sebelah selatan Masjid Sokambang, Kebun Agung)
3 Warung Ibu Narsih Musanni Jln. Zainal Arifin, Kelurahan Bangselok (Sebelah timur service HP, Yon Galery)
4 Warung Ibu Rukmini Jln. Raya Lenteng Desa Jambu Kec. Lenteng
5 Warung Campor Kelap, Ibu Suni Jln. Widuri V/8 Kelurahan Bangselok
6 Warung Campor Singgah Wisata, Ibu Rasid Jln. Kartini, Desa Kepanjen (Sebelah timur Amor Gymnasium)
7 Warung Campor Nyaman Jln. Raya Lenteng, Desa Torbang (Sebelah Barat Pemandian TSI)
8 Warung Aura Aifa Jln. Trunojoyo, Desa Kolor (Depan Masjid Nur Muhammad Kolor)
9 Warung Campor Asli Jln. Teuku Umar (Sebelah timur KUD, sebelum jembatan Kebon Agung)
10 Warung Campor Ponpes Al-Usymuni Jln. Ponpes Al-Usymuni, Pandian
11 Warung Ibu Marwah Jln. Taman Siswa, Kelurahan Bangselok (Sebelah timur Langgar Gus Syafi)
12 Warung Campor Rampak Jln. KH. Mansyur (Sebelah utara Jl. Lontar 200 meter)
13 Warung Campor Pahlawan Jln. Pahlawan (Sebelah Bengkel Alei)
14 Warung Campor Malam, Ibu Asmuni Jln. Pasar 17 Agustus

Sumenep, 12 November 2014

 

 

 

27Agu 2015

Dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi masyarakat di Objek Wisata Pantai Lombang sekaligus sebagai wujud apresiasi dalam upaya menggalakkan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, yang utama adalah meningkatkan masyarakat sehat, maka Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Disbudparpora akan menyelenggarakan “Wisata Fun Bike Madura Open dan Jalan-jalan Sehat Wisata Pantai 2015” dengan pelaksanaan nanti pada:
Hari : Minggu
Tanggal : 20 September 2015
Pukul : 06.00 WIB
Kegiatan : Start : Fun Bike Depan rumah Dinas Bupati Sumenep || Finish : Wisata Pantai Lombang
Pembukaan oleh : Yth. Bapak Bupati Sumenep

Mengingat kegiatan ini sangat penting dalam rangka memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat serta sekaligus sebagai upaya menumbuhkan kesegaran dan kebugaran jasmani disamping juga sambil berwisata, juga diramaikan dengan penampilan hiburan dangdut dan kesenian tradisional ditambah dengan beberapa kegiatan antara lain : pameran bonsai, pameran akik, pameran souvenir dan lomba lukisan.

Sehubungan dengan hal tersebut, guna mendukung suksesnya kegiatan tersebut, diharap partisipasi seluruh warga Sumenep sebagai peserta dengan persyaratan sebagai berikut:
1. Peserta Fun Bike memiliki kupon seharga Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah) dengan hadiah utama 1 unit SEPEDA MOTOR HONDA dan hadiah serta doorprise menarik lainnya.
2. Peserta Jalan-jalan sehat memiliki kupon seharga Rp. 7.500,- (Tujuh ribu lima ratus rupiah) dengan mendapatkan kartu perdana AXIS+pulsa
3. Hadiah utama Jalan-jalan Sehat yakni 2 unit SEPEDA MOTOR dan hadiah doorprisenya berupa 15 unit SEPEDA GUNUNG dan 15 SMARTPHONE.
4. Kupon Fun Bike bisa didapatkan di Kantor Disbudparpora Kabupaten Sumenep Jl. Dr. Soetomo No. 05 (CP: Sdr. Kasim Sholihin 081913672631 dan Sdr. Agus Hendriyono 081703460600).
5. Kupon Jalan-jalan Sehat Wisata bisa didapatkan di XL Center Ruko Adi Poday Jl. Trunojoyo Sumenep.