Wisata Sumenep

 Asta Tinggi

Asta Tinggi merupakan kawasan pemakaman khusus para pembesar kerajaan, seperti raja, kerabat raja, dan para anak keturunannya yang berlokasi di kawasan dataran tinggi bukit Kebunagung dengan artian kebunnya orang Agung (kebunnya Raja), sekitar 2,5 kilometer dari pusat kota Sumenep. Asta yang awal pembangunannya direncanakan oleh Panembahan Somala dan baru dapat direalisasikan oleh Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I dan Panembahan Natakusuma II ini dibangun sekitar tahun 1750 Masehi.

            Apabila dilihat dari kawasannya, Asta Tinggi memiliki 7 kawasan yang terdiri dari: Kawasan Asta Induk, Kawasan Makam Kiyai Sawunggaling, Kawasan Makam Patih Mangun, Kawasan Komplek Makam Kanjeng Kiyai Raden Adipati Suroadimenggolo, Kawasan Makam Raden Adipati Pringgoloyo, Kawasan Makam Raden Tjakrasudibyo, dan Kawasan Makam Raden Wongsokoesomo.

            Di dalam komplek Asta induk, dapat dijumpai 4 blok yang terdiri dari:

  1. Blok 1 yang letaknya berada di sebelah barat bagian utara. Blok ini berisi 3 cungkup, diantaranya cungkup Tumenggung Wirasekar dan Pangeran Pulangjiwo (terletak di bagian utara/belakang), cungkup Pangeran Jimat bersama kerabatnya (terletak di bagian selatan/depan cungkup Tumenggung Wirasekar), dan cungkup Bindara Saud, Ratu Tirtonegoro, beserta kerabatnya (terletak di bagian timur cungkup Pangeran Jimat).
  2. Blok 2 yang letaknya berada di sebelah timur bagian utara. Blok ini berisi cungkup berkubah yang tidak lain adalah makam keturunan Bindara Saod. Makam-makam yang berada di blok 2 ini antara lain: makam Panembahan Sumolo (Sultan Natakusuma I), makam Raden Abdurrahman Aryo Tirtodiningrat Pakunataningrat (Sultan Natakusuma II), Raden Mohammad Saleh (Pangeran Natakusuma III), Raden Aryo Mangkudiningrat (Pangeran Pakunataningrat II), Raden Aryo Pratamingkusumo, dan Raden Aryo Prabuwinoto.
  3. Blok 3 terletak di sebelah barat bagian Selatan yang berisi pendopo Kanjeng Tumenggung Ario Tirtonegoro (Bindara Saod). Konon, dinamakan Bindara Saod lantaran saat sang ibunda mengandung dan sedang menunaikan shalat, ada seorang tamu yang berkunjung ke kediamannya sambil mengucap salam. Ajaibnya, salam tersebut dijawab oleh Bindara Saod yang masih ada dalam kandungan. Saod, dalam bahasa Madura berarti menjawab. Sedangkan Bindara adalah sebutan yang dipergunakan untuk santri pondok pesantren karena dahulu beliau sempat menuntut ilmu agama di daerah Lembung, Lenteng. Jadi, kesaktian Bindara Saod sudah terlihat semasa dia masih ada di dalam kandungan.
  4. Blok 4 yang letaknya berada di sebelah timur bagian Selatan, merupakan halaman tempat pintu gerbang utama beridiri. Pintu utama inilah yang kemudian menghubungkan antara blok I dan blok III.

Uniknya, meskipun terletak di satu area yang sama, namun masing-masing kubah memiliki arsitektur dan ornamen yang berbeda-beda, contohnya saja seperti ukiran kayu yang menghiasi masing-masing kubah tersebut. Selain dari hiasan interiornya, perbedaan juga terlihat pada perbedaan gaya arsitekturnya. Meskipun makam tersebut merupakan makam para raja sekaligus penyebar agama Islam di tanah Sumenep, namun arsitekturnya juga dipengaruhi oleh beberapa pengaruh yang berasal dari negara luar, seperti pengaruh Tiongkok yang terdapat pada ukiran di kubah makam Kanjeng Tumenggung Ario Tirtonegoro (Bindara Saod) atau pengaruh arsitektur Eropa di kubah makam Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I.

            Selain karena keunikan arsitektur dan latar belakang sejarahnya yang menarik, Asta Tinggi juga memiliki akses yang relatif mudah dijangkau menggunakan transportasi umum dengan fasilitas jalan yang sudah bisa dilalui dengan kendaraan besar seperti bus pariwisata. Hal itulah yang membuat asta berumur lebih dari 2,5 abad ini masih dipercayai sebagai primadona tempat wisata religi di pulau Madura hingga kini. Hal itu terbukti dari rekapitulasi data pengunjung yang menunjukkan jumlah wisatawan di setiap tahunnya masih bisa dikategorikan dalam jumlah banyak. Lalu, apakah anda tertarik untuk mengetahui lebih jelas tentang salah satu situs wisata warisan leluhur yang satu ini? Jika ya, maka jangan buang-buang waktu lagi. Segeralah berkunjung ke Kabupaten Sumenep.